Postingan

Benci.

Aku (selalu) membenci diriku yang tak bisa membencimu. Aku (lebih) membenci diriku saat kau terluka dan ku tak berhak berbuat apapun. Aku membenci fakta itu. Aku membenci fakta bahwa kau tlah dilindungi orang lain yang bukan aku. Aku benci keegoisan ini. I hate myself. 

Bertemu.

Pertama kali ku bertemu denganmu, Hujan turun tak mengizinkanmu hilang dari pandanganku. Pertama kali ku bertemu denganmu, Gambaran sekitar kabur karena kehadiranmu. Pertama kali ku bertemu denganmu, Seluruh materi dalam otak pergi dan masuk gambaranmu. Pertama kali bertemu denganmu, Hati kosong terisi olehmu. Bertemu denganmu, Keharusanku. Bertemu denganku, Adalah Keharusanmu.

Karet.

Benda kuning elastis tak berujung tanpa rasa penat direngganginya terus-menerus oleh perasaan labil sang penarik. 

Saat mencintai.

Aku menjadi serakah, Saat mencintai. Saat mencintaipun, Keegoisanku muncul. Sangat nampak.

Membaca.

Aku lebih suka membaca buku. Karena di dalam buku, sudah terdapat kata beserta penjelasan pastinya. Berbeda dengan(membaca)mu. Untuk membacamu, memang tersedia banyak sekali kata, namun tak tersusun dan tak pasti penjelasannya. Walau begitu, entahlah, membacamu membawaku ke tempat yang belum ku ketahui sebelumnya. Membawaku menelusuri kata yang tak biasa, tak bermakna,  namun dalam, dan memiliki dunianya sendiri. Membuatku tertarik walaupun rumit.

Setelah disakiti.

Aku menjadi diam setelah disakiti. Apalagi kau mengelilingi. Aku menjadi dingin setelah disakiti. Mengurangi kata dan sendiri. Menjadi tak peduli,  Hanya menangisi di tepi-tepi.